Building His Sanctuary

1 Chronicle 28:10

“Consider now, for the LORD has chosen you to build a house for the sanctuary; be strong, and do it.”

 1 Tawarikh 28:10

“Camkanlah sekarang, sebab TUHAN telah memilih engkau untuk mendirikan sebuah rumah menjadi tempat kudus. Kuatkanlah hatimu dan lakukanlah itu.”

 Oleh anugerah Tuhan, kita merayakan 21 tahun IFGF GISI Surabaya dan khususnya 8 tahun satelit Harvest Place (Dome of the Harvest). Ini merupakan perjalanan yang panjang dan saya mengucap syukur kepada Tuhan untuk apa pun yang telah Tuhan berikan melalui gerejaNya ini. Tak lupa saya berterima kasih kepada semua jemaat, khususnya para rekan-rekan sepelayanan yang sampai saat ini dengan setia mendukung dan mendoakan seta bekerja keras untuk membangun rumah Tuhan.

Pada ulang tahun ini secara khusus Tuhan memberikan tema yang sesuai dengan rencana pelebaran gedung gereja kita, yaitu “Building His Sanctuary”. Saya percaya tahun ini merupakan critical moment di mana kita akan melihat suatu percepatan yang luar biasa dalam pertumbuhan gereja kita maupun kehidupan jemaat Tuhan yang ada di dalamnya. Saya percaya gereja lokal yang sehat dan kuat akan memberikan dampak yang luar biasa bagi jemaat Tuhan yang ada di dalamnya.

Jika kita membaca secara keseluruhan dari kitab I Tawarikh 28 dan 29, ada beberapa pesan Tuhan sehubungan dengan pembangunan gedung gereja yang baru ini:

1. You are chosen to build a house of the Sanctuary

Selamat, kita adalah orang-orang terpilih! Tidak semua orang mendapat kesempatan untuk membangun rumah Tuhan. Daud memiliki kerinduan untuk membangun rumah Tuhan, namun Tuhan melarangnya karena Salomo-lah yang diberi kesempatan untuk membangun rumah Tuhan. Saya percaya, ini merupakan kehormatan dari Tuhan untuk setiap jemaat IFGF GISI Surabaya dapat terlibat dalam pembangunan rumah Tuhan. Karena itu janganlah kita menganggap remeh kesempatan yang berharga ini, karena Tuhan ingin mengerjakan sesuatu yang besar dalam kehidupan kita.

2. God is the builder of your house

Salah satu alasan Tuhan menyuruh membangun rumah Tuhan adalah karena Tuhan ingin diam di antara kita. Setiap kali umat Tuhan diberi kesempatan untuk membangun rumah Tuhan, bukan berarti Tuhan ingin mengambil sesuatu dari kita, melainkan justru karena Dia ingin memberkati kita melalui pembangunan rumah Tuhan tersebut. Tuhan ingin membangun rumah kita, kehidupan kita, karir kita, keluarga kita, bahkan masa depan kita akan mengalami hidup yang berkelimpahan.

3. Unequal amount, equal sacrifice

Walaupun Daud tidak ikut membangun rumah Tuhan, namun dia mengatakan bahwa karena cintanya kepada rumah Tuhan, dia ikut serta mempersiapkan bahkan memberikan korban persembahan yang sangat besar. Semangat kita dalam membangun rumah Tuhan bukan karena kasihan atau sekedar memberikan “tip” kepada Tuhan, namun dengan suatu pengorbanan. Ketika Daud memberikan persembahan tersebut, semua orang mulai berpartisipasi dalam pembangunan tersebut.  Saya rindu pembangunan rumah Tuhan ini tidak hanya dimiliki segolongan orang saja, namun semua orang, siapa pun mereka boleh terlibat dalam pembangunan rumah Tuhan ini. Mungkin jumlahnya akan berbeda-beda, namun dengan semangat pengorbanan yang sama.

Saya percaya kita semua akan mengalami suatu level yang baru dalam pengenalan akan Tuhan dan menikmati berkat baru yang sangat luar biasa. Selamat berpartisipasi dalam membangun rumah Tuhan, Tuhan memberkati kita semua!

This entry was posted in Pastor's Seed. Bookmark the permalink.

One Response to Building His Sanctuary

  1. Ichchha says:

    I bow down humbly in the pseernce of such greatness.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>